Betapa ku bangga punya Allah seprti engkau Tuhan ku,,
Engkau selalu tau apa yang ku butuhkan,,
Engkau selalu tau apa yang ku ingin kan..
Engkau selalu tau apa yang ku perlukan,,
Walaupun terkadang setiap ku berdoa dan meminta
Engkau belum menjawabnya,,
Sebab Ku tahu kau punya rencana yang lebih Indah dari rencana ku,,
karena engkau Allah yang luar biasa Tak tertandingi,,
Tuhan ajarilah aku untuk selalu bersama Mu hingga akhir hayat Ku
dan bairlah aku selalu memuji MU YESUS ku Raja ku,,,
Minggu, 18 Maret 2012
kalor pembakaran
Reaksi kimia yang umum digunakan untuk menghasilkan energi adalah pembakaran, yaitu suatu reaksi cepat antara bahan bakar denga oksigen yang disertai terjadinya api. Bahan bakar utama dewasa ini adalah bahan bakar fosil, yaitu gas alam, minyak bumi, dan batu bara. Bahan bakar fosil itu berasal dari pelapukan sisa organisme, baik tumbuhan atau hewan. Pembentukan bahan bakar fosil ini memerlukan waktu ribuan sampai jutaan tahun.
Bahan bakar fosil terutama terdiri atas senyawa hidrokarbon, yaitu senyawa yang hanya terdiri atas karbon dan hidrogen. Gas alam terdiri atas alkana suku rendah terutama metana dan sedikit etana, propana, dan butana. Seluruh senyawa itu merupakan gas yang tidak berbau. Oleh karena itu, kedalam gas alam ditambahkan suatu zat yang berbau tidak sedap, yaitu merkaptan, sehingga dapat diketahui jika ada kebocoran. Gas alam dari beberapa sumber mengandung H2S, suatu kontaminan yang harus disingkirkan sebelum gas digunakan sebagai bahan bakar karena dapat mencemari udara. Beberapa sumur gas juga mengandung helium.
Sedangkan bahan sintetis lain yang juga banyak dipertimbangkan adalah hidrogen. Hidrogen cair bersama-sama dengan oksigen cair telah digunakan pada pesawat ulang-alik sebagai bahan bakar roket pendorongnya. Pembakaran hidrogen sama sekali tidak memberi dampak negatif pada lingkungan karena hasil pembakarannya adalah air. Hidrogen dibuat dari air melalui reaksi endoterm berikut:
Bahan bakar fosil terutama terdiri atas senyawa hidrokarbon, yaitu senyawa yang hanya terdiri atas karbon dan hidrogen. Gas alam terdiri atas alkana suku rendah terutama metana dan sedikit etana, propana, dan butana. Seluruh senyawa itu merupakan gas yang tidak berbau. Oleh karena itu, kedalam gas alam ditambahkan suatu zat yang berbau tidak sedap, yaitu merkaptan, sehingga dapat diketahui jika ada kebocoran. Gas alam dari beberapa sumber mengandung H2S, suatu kontaminan yang harus disingkirkan sebelum gas digunakan sebagai bahan bakar karena dapat mencemari udara. Beberapa sumur gas juga mengandung helium.
Sedangkan bahan sintetis lain yang juga banyak dipertimbangkan adalah hidrogen. Hidrogen cair bersama-sama dengan oksigen cair telah digunakan pada pesawat ulang-alik sebagai bahan bakar roket pendorongnya. Pembakaran hidrogen sama sekali tidak memberi dampak negatif pada lingkungan karena hasil pembakarannya adalah air. Hidrogen dibuat dari air melalui reaksi endoterm berikut:
H2O (l) —> 2 H2 (g) + O2 (g) ΔH = 572 kJ
Apabila energi yang digunakan untuk menguraikan air tersebut berasal dari bahan bakar fosil, maka hidrogen bukanlah bahan bakar yang konversial. Tetapi saat ini sedang dikembangkan penggunaan energi nuklir atau energi surya. Jika proyek itu berhasil, maka dunia tidak perlu khawatir akan kekurangan energi. Matahari sesungguhnya adalah sumber energi terbesar di bumi, tetapi tekonologi penggunaan energi surya belumlah komersial. Salah satu kemungkinan penggunaan energi surya adalah menggunakan tanaman yang dapat tumbuh cepat. Energinya kemudian diperoleh dengan membakar tumbuhan itu. Dewasa ini, penggunaan energi surya yang cukup komersial adalah untuk pemanas air rumah tangga (solar water heater). Nilai kalor dari berbagai jenis bahan bakar
mengapa harus merasakan rasa ini,,
Sakit rasany jika mengingat dirimu,,
sakit rasany jika harus melihat dirimu,,
mengapa semua harus terjadi seperti ini .
Kau bisa mengenal orang lain lebih cepat,,
tapi mengapa jika dengan saya
kau menjauh seakan-akan tak mau mengenal diriku
sakit yang kurasa ,,
ingin ku rasa tak mengenal mu,,
Mengapa kau ada di benak ku,,
rasany ku tak ingin berjumpa ,,
mengapa hanya dengan pertemuan saja membuat aku selalu mengingat terlalu lama..
belum tentu juga kau seperti aku ,,
asikkkkkk,, bakat jadi galau hhhahahahah
sakit rasany jika harus melihat dirimu,,
mengapa semua harus terjadi seperti ini .
Kau bisa mengenal orang lain lebih cepat,,
tapi mengapa jika dengan saya
kau menjauh seakan-akan tak mau mengenal diriku
sakit yang kurasa ,,
ingin ku rasa tak mengenal mu,,
Mengapa kau ada di benak ku,,
rasany ku tak ingin berjumpa ,,
mengapa hanya dengan pertemuan saja membuat aku selalu mengingat terlalu lama..
belum tentu juga kau seperti aku ,,
asikkkkkk,, bakat jadi galau hhhahahahah
Pembakaran sempurna dan tidak sempurna
Pembakaran bahan bakar dalam mesin kendaraan atau dalam industri tidak terbakar sempurna. Pembakaran sempurna senyawa hidrokarbon (bahan bakar fosil) membentuk karbon dioksida dan uap air. Sedangkan pembakaran tak sempurna membentuk karbon monoksida dan uap air. Misalnya:
a. Pembakaran sempurna isooktana:
Sebagaimana terlihat pada contoh di atas, pembakaran tak sempurna menghasilkan lebih sedikit kalor. Jadi, pembakaran tak sempurna mengurangi efisiensi bahan bakar. kerugian lain dari pembakaran tak sempurna adalah dihasilkannya gas karbon monoksida (CO), yang bersifat racun. Oleh karena itu, pembakaran tak sempurna akan mencemari udara.
a. Pembakaran sempurna isooktana:
C8H18 (l) +12 ½ O2 (g) –> 8 CO2 (g) + 9 H2O (g) ΔH = -5460 kJ
b. Pembakaran tak sempurna isooktana:C8H18 (l) + 8 ½ O2 (g) -> 8 CO (g) + 9 H2O (g) ΔH = -2924,4 kJ
Dampak Pembakaran tak Sempurna Sebagaimana terlihat pada contoh di atas, pembakaran tak sempurna menghasilkan lebih sedikit kalor. Jadi, pembakaran tak sempurna mengurangi efisiensi bahan bakar. kerugian lain dari pembakaran tak sempurna adalah dihasilkannya gas karbon monoksida (CO), yang bersifat racun. Oleh karena itu, pembakaran tak sempurna akan mencemari udara.
Larutan penyangga kimia
Kerja Larutan Penyangga
Pengaruh penambahan sedikit asam terhadap larutan penyangga
Jika ke dalam larutan penyangga ditambahkan sedikit asam, asam tersebut akan bereaksi dengan zat yang bersifat basa.
Berdasarkan reaksi diatas, jumlah garam (ion CH3COO-) akan berkurang dan jumlah asam lemah (CH3COOH) akan bertambah. Perubahan ini tidak menyebabkan perubahan pH yang besar.
Pengaruh penambahan sedikit basa terhadap larutan penyangga
Jika ke dalam larutan penyangga ditambahkan sedikit basa, basa tersebut akan bereaksi dengan zat yang bersifat asam
Berdasarkan reaksi diatas, jumlah garam (ion CH3COO-) akan berkurang dan jumlah asam lemah (CH3COOH) akan bertambah. Perubahan ini tidak menyebabkan perubahan pH yang besar.
Pengaruh pengenceran terhadap larutan penyangga
Pengenceran larutan akan mengubah semua konsentrasi spesi yang ada dalam larutan, tetapi karena perubahan konsentrasi dirasakan oleh semua spesi maka perbandingan konsentrasi molar pasangan konjugat asam basa tidak berubah. Akibatnya, pH larutan tidak berubah.
Komponen Larutan Penyangga
Secara umum, larutan penyangga digambarkan sebagai campuran yang terdiri dari:- Asam lemah (HA) dan basa konjugasinya (ion A-), campuran ini menghasilkan larutan bersifat asam.
- Basa lemah (B) dan asam konjugasinya (BH+), campuran ini menghasilkan larutan bersifat basa.
Langganan:
Postingan (Atom)